Wabup Kayong Utara Positif Covid-19

News

Wabup Kayong Utara Positif Covid-19

Jakarta, CNN Indonesia —

Wakil Bupati Kayong Melahirkan, Kalimantan Barat , Effendi Ahmad menginformasikan dirinya positif Covid-19 . Kabar itu ia umumkan setelah menjalani tes usap di Pontianak.

“Saat ini kondisi saya sedang sangat sehat, meski kemarin tahu merasakan sedikit gejala, namun dikarenakan aktivitas yang cukup tinggi, sehingga gejala tersebut tak begitu dirasakan, ” jelas Effendi Ahmad saat dihubungi dari Pontianak, Sabtu (10/10) malam dikutip dari Antara.

Effendi mengaku menjalani tes usap bersama istri dan anak, dan keduanya menunjukkan hasil minus. Tes usap dilakukan usai memasukkan MTQ XXVIII di Sekadau beriringan kafilah asal Kabupaten Kayong Melahirkan.


“Jadi setelah sama-sama pulang dari Sekadau, saya, istri dan anak-anak saya melakukan swab test, namun yang mendapati buatan positif hanya saya sendiri, anak dan istri saya dinyatakan negatif, ” kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan dan Puak Berencana Kayong Utara Bambang Suberkah mengatakan, Wakil Bupati Kayong Mengetengahkan Effendi Ahmad merupakan klaster MTQ Sekadau dan terkonfirmasi COVID-19.

“Ia Pak Wakil Bupati kluster Sekadau. Dari 10 lengah satunya Pak Wakil Bupati, dan semua melakukan isolasi mandiri, ” jelasnya.

Bambang melahirkan untuk saat ini terdapat 12 kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kayong Utara yang sebelumnya ada guru dan Ketua PCNU setempat.

“Kayong Utara saat ini 12 penyungguhan. Pertama kasus seorang guru SMKN 1, itu dari Medan, delapan orang klaster Sekadau, tiga sejak Pontianak, dan satunya istri dari salah satu dari Sekadau, salah satunya pak Wabub kita, karena masuk dalam klaster Sekadau, “ungkapnya.

Untuk Wakil Tumenggung, lanjut Bambang, dilakukan tes belai pada 3 Oktober lalu serta hasilnya sudah keluar. Untuk Wabup termaksud 12 orang yang terkonfirmasi tidak dilakukan swab test kembali karena orang tanpa gejala (OTG).

“Swab tanggal 3 Oktober pak Wabup, hasilnya diketahui tanggal 10, beliau OTG. Selanjutnya untuk ke 12 orang tak dilakukan swab ulang. Karena menurut penanganan COVID -19 yang dikeluarkan Kemenkes bahwa mereka yang meyakinkan tetapi OTG tidak dilakukan swab, ” tambahnya.

Kemudian untuk ke 12 orang tersebut jika sudah 10 hari oleh karena itu pasien tersebut dinyatakan sembuh.

(ain)

[Gambas:Video CNN]