Vulvodynia, Saat Seks Terasa Menyakitkan

News

Vulvodynia, Saat Seks Terasa Menyakitkan

Jakarta, CNN Indonesia —

Buat sebagian wanita,   seks bisa terasa sangat tajam. Namun ini bukan cuma menyoal vaginismus . Saat timbul rasa lara, iritasi dan rasa tidak aman di seputar area vagina, bisa jadi Anda mengalami vulvodynia. General practitioner, Roger Henderson dalam tulisannya dalam laman Netdoctor  menjelaskan vulvodynia ialah kondisi yang mempengaruhi wanita dengan hingga kini tidak dikenali sebagai kondisi medis.

Kondisi ini menimbulkan rasa sakit yang sulit dijelaskan, ada sensasi seperti melalak, sakit yang menyengat atau iritasi pada vulva termasuk labia, lubang vagina dan klitoris.

Gejala utamanya adalah rasa sakit yang intens pada area vulva. Namun pada beberapa kasus, wanita merasakannya sampai bagian anus serta paha dalam. Rasa sakit bisa bervariasi pada tiap orang tiba dari bengkak, rasa menyengat mematok sensasi terbakar yang sulit lenyap.  


Akan tetapi, jika ada rasa sakit dalam area vulva karena kondisi medis, maka diagnosisnya bukan vulvodynia melainkan ‘rasa sakit pada vulva sebab gangguan spesifik’. Diagnosis vulvodynia dipergunakan sebagai saat tidak ada situasi medis sebagai penyebab.

2 tipe vulvodynia

Kondisi vulvodynia mampu terbagi menjadi dua yakni,

Generalized vulvodynia ( vulvodynia umum ),   mengacu pada nyeri di bervariasi area vulva di waktu bertentangan dan bersifat sporadis. Ada jenis yang baru terasa sakit zaman disentuh, ada pula yang terasa sakit meski tidak ada sentuhan. Saat wanita mengalami keduanya kondisi ini disebut vulvodynia campuran.

Localized vulvodynia (vulvodynia terlokalisasi),   rasa nyeri timbul di utama area dan makin buruk zaman ada sentuhan atau tekanan semacam saat berhubungan seks atau duduk dan termasuk kritorodinia atau kecil hanya pada klitoris.

Penyebab  vulvodynia

Sayangnya hingga kini belum ada bukti klinis penyebab vulvodynia. Ada pandangan vulvodynia timbul karena kerusakan saraf sebagai efek persalinan normal atau sariawan vagina. Kemudian ada kaum kondisi yang menjadi faktor risiko vulvodynia antara lain, endometriosis, interstitial cystitis (peradangan kronis pada metode kemih), sindrom iritasi usus, fibromyalgia, dan lelah kronis.

Meski kondisi ini cukup kurang terjadi, vulvodynia termasuk kondisi kritis. Namun karena menyangkut area sensitif, wanita kerap merasa malu dan merasakan sakit dalam waktu periode, lalu stres sampai mempengaruhi kesehatan psikoseksual dan hubungan.

Perawatan  vulvodynia

Masih banyak riset yang perlu dilakukan untuk menemukan terapi terbaik untuk mengatasi vulvodynia. Tetapi melansir dari Hello Sehat, tersedia beberapa langkah medis yang pelik diambil jika ada kondisi laksana ini misalnya pengobatan atau mas resep antidepresan trisiklik atau antikonvulsan dari dokter, blok saraf atau terapi dasar panggul ( pelvic floor ).

Selain itu ada kurang langkah termasuk langkah psikologis untuk mengontrol rasa sakit. Ada poin-poin yang perlu jadi perhatian antara lain,

* menghindari sabun yang mengandung emolien
* menghindari sabun kewanitaan, penerapan semprotan air, sabun berpewangi
* menghindari penggunaan celana pada ketat
* mengenakan celana dalam dari katun 

(els/chs)

[Gambas:Video CNN]