Tip III DPR soal Kebakaran Gedung Kejagung: Pembelajaran

News

Tip III DPR soal Kebakaran Gedung Kejagung: Pembelajaran

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemangku Ketua  Komisi III DPR RI Adies Kadir mengingatkan soal pengampu operasional dan prosedur dalam berlaku, berkaca pada kasus  kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang disebabkan oleh kelalaian para pekerja.

“Kasus ini memberikan pembelajaran bagi kita semua agar di pada setiap pekerjaan, apapun itu pekerjaannya, harus dan wajib menjalankan standar operasional dan prosedur dalam bekerja, ” kata Adies kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Terkait kealpaan para pekerja itu, pejabat terkait harus ikut bertanggung jawab, bukan hanya bawahannya saja. Dengan begitu, lanjutnya, semua pihak yang ikut bertanggung jawab harus mendapatkan aniaya yang sama.


“Karena semua yang terkait dan yang mempunyai tanggung berat, harus merasakan hukuman akibat kelalaian yang mengakibatkan terbakarnya gedung itu, ” ujarnya.

Adies juga menyoroti soal penggunaan cairan pembersih di Gedung Kejagung dengan tidak memiliki izin edar. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran, tercatat untuk pembelian cairan pembersih.

Karenanya, Adies mengimbau pada seluruh jajaran pemerintahan menggunakan taksiran itu untuk membeli barang-barang dengan kualitas baik.

“Saya harap ada perbaikan di semesta jajaran pemerintahan, baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif, agar banget cermat dan teliti dalam menjalankan anggaran dan memilih semua material kebutuhan di instansinya masing-masing, ” tutur Adies.

Lebih lanjut, Adies mengapresiasi kinerja Bareskrim dalam mengungkap kasus kebakaran Gedung Korps Adhyaksa tersebut.

“Ini terbukti secara 131 orang saksi yang diperiksa serta beberapa kali memeriksa tempat TKP dengan teliti dan melibatkan ahli-ahli di bidang masing-masing, ” imbuh dia.

Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Kejagung.

Mereka terdiri dari kuli bangunan, mandor hingga pejabat pembuat komitmen (PPK) di institusi Kejaksaan Gede dan Direktur Utama PT APM.

Dalam kasus tersebut, para tersangka dijerat pasal 188 jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara semasa lima tahun.

Bagian kepolisian menyatakan kebakaran ini diduga bermula dari bara api daripada rokok yang dibuang lima tersangka kuli bangunan di lantai enam ruang biro kepegawaian ke dalam kantong plastik  berisi material yang mudah terbakar.

(dis/bir)

[Gambas:Video CNN]