Simpulan Kasus Rapid Test Bandara Dua Kali Lecehkan Korban

News

Simpulan Kasus Rapid Test Bandara Dua Kali Lecehkan Korban

Jakarta, CNN Indonesia —

Tersangka  rapid test di Bandara Soekarno-Hatta berinisial EFY ternyata melakukan dua kali pelecehan terhadap korban LHI.

Hal itu terungkap dalam cara rekonstruksi yang digelar di kawasan Terminal 3 Bandara Soetta, Rabu (30/9).

Aksi pelecehan pertama dilakukan oleh tersangka EFY di Smile Area Terminal 3. Di lokasi ini, korban diketahui sempat mentransfer uang sebesar Rp1, 4 juta lewat e-banking.


Uang tersebut merupakan hasil kesepakatan antara korban dan tersangka untuk mengubah hasil rapid test .

“Dan terjadi perangai yang didefinisikan sebagai pelecehan, ” kata  Kepala Satuan Reserse Kriminal  Polresta Bandara Soetta Kompol Alexander Yurikho dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Kemudian, saat tersangka dan korban berada di dasar 3 area kedatangan domestik, laku pelecehan kembali terjadi.

Namun, Alexander tak menjelaskan barang apa bentuk pelecehan yang dilakukan oleh tersangka terhadap korban.

“Tempat korban berpisah dengan tersangka untuk menuju check-in counter dan balik terjadi dugaan pelecehan, ” tuturnya.

Perangai yang dilakukan EFY terungkap sesudah seorang penumpang perempuan berinisial LHI mengunggah cerita peristiwa yang dia alami lewat melalui akun Twitternya, @listongs.

Korban LHI mengaku diminta membayar Rp1, 4 juta untuk mengubah hasil rapid test dari reaktif menjadi non-reaktif. Tak hanya itu, dia juga mengiakan dirinya mengalami pelecehan selama penyeliaan. Rekaman CCTV di lokasi kejadian  pun mengonfirmasi hal itu.

EFY telah ditetapkan sebagai tersangka  Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 294 Ayat (2) KUHP dan ataupun Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 267 Ayat (3) KUHP. Ia pun ditahan selama 20 hari terhitung sejak Sabtu (26/9).

(dis/arh)

[Gambas:Video CNN]