News

RSPAD Jamin Penelitian Vaksin Nusantara Ikuti Kaidah Ilmiah

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021. Jakarta, CNN Indonesia —

Direktur Penyajian Kesehatan RSPAD Gatot Soebroto, Nyoto Widyo Astoro menjanjikan penelitian  Vaksin Nusantara berbasis sel dendritik dengan tengah dilakukan tim pada RSPAD  bakal berdasar dalam kaidah ilmiah.

Vaksin yang untuk virus corona (SARS-CoV-2) yang dikenal sebagai Vaksin Nusantara itu merupakan besutan eks Gajah Kesehatan Terawan Agus Putranto. Nyoto memastikan penelitian tim  akan mengikuti tahapan & ketentuan ilmiah.

“Kami sebetulnya ini adalah suatu studi sel dendritik di RSPAD gitu ya. Dan studi Ini nanti harus mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, ” sirih Nyoto saat melakukan konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/4).


Sel dendritik sendiri, menurut Nyoto, bukan hal baru di dunia kesehatan serta bisa digunakan untuk pengobatan. Metode ini sebelumnya logat dia pernah digunakan buat pengobatan kanker.

“Memang ini dicoba buat barangkali untuk membuat vaksin yang dari dendritik pertama ditujukan untuk vaksin, diharapkan untuk vaksin Covid-19, ” imbuh dia.

Namun lanjut Nyoto, penelitian tentu harus dilakukan dengan baik. Artinya penelitian dengan memang diterima secara keilmuan.

“Diterima secara ilmiah kemudian memang harus disetujui oleh beberapa pemangku untuk melegalkan dendritik tersebut untuk pembuatan vaksin di dalam hal ini, ” tambah Nyoto lagi.

Infografis Fakta-fakta Vaksin Nusantara Terawan. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Di tempat yang sama, Wakil Besar RSPAD Mayjend Lukman Ma’ruf menyebut kegiatan yang masa ini dilakukan di RSPAD berkaitan dengan pengambilan sampel darah untuk Vaksin Nusantara. Peserta merupakan para relawan penelitian berbasis sel dendritik.

Sel tersebut, kata dia, nantinya mau digunakan sebagai pengembangan vaksin covid-19.

“Kegiatan yang dilakukan adalah para relawan yang akan memasukkan penelitian berbasis layanan secara masalah dendrintik, ” nyata Lukman.

Vaksin Nusantara besutan mantan Menkes Terawan mengundang polemik sudah Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) menyatakan belum menyetujui Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) uji klinis periode II.

BPOM menilai, pengujian vaksin tersebut belum memenuhi syarat cata pembuatan obat yang cara (CPOB). Selain itu, komponen yang digunakan dalam pengkajian pun tak sesuai dengan pharmaceutical grade.

BPOM lantas menyarankan biar penelitian vaksin diulang daripada tahap pra klinis hewan. Meski begitu, sejumlah bagian DPR menyatakan tidak putus dengan keputusan BPOM. Mereka lantas mendatangi RSPAD untuk mengikuti pengambilan sampel pembawaan pada Rabu (14/4) lalu.

Adapun TNI menjadi sorotan lantaran pengujian sampel darah untuk Vaksin Nusantara dilakukan di RSPAD yang merupakan rumah lara di bawah naungan tradisi pertahanan negara tersebut.

(tst/NMA)

[Gambas:Video CNN]