News

Politikus Harap Kekerasan Junta Myanmar Diusut PBB

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Politikus  pro demokrasi di parlemen  Myanmar yang dibubarkan oleh  junta militer   bahan mengadukan kekerasan aparat ketenangan terhadap warga sipil yang terjadi di negara itu kepada Mahkamah Internasional .

Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan perhimpunan mantan anggota parlemen Myanmar, Kyaw Moe Tun. Dia berharap Mahkamah Internasional dengan masih bagian dari Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) mau mengusut kekerasan aparat keamanan Myanmar terhadap warga sipil.

“Mahkamah Internasional benar salah satunya. Kami memang bukan sebagai perwakilan negeri atau anggota Mahkamah Internasional, tetapi kami perlu meneliti sejumlah cara dan memeriksa membawa perkara itu ke Mahkamah Internasional, ” kata Tun dalam sebuah kesibukan di New York, Amerika Serikat, seperti dilansir Associated Press , Jumat (19/3).


Menurut data Perkumpulan Bantuan bagi Tahanan Politik Myanmar sampai saat tersebut sudah 224 orang mati dalam gelombang aksi muncul rasa di negara tersebut sejak kudeta pada satu Februari lalu.

Secara terbelah, Uni Eropa bakal memerosokkan sanksi kepada sejumlah perwira militer Myanmar serta bervariasi badan usaha yang mereka kelola pada Senin minggu depan.

Sejumlah golongan pemerhati HAM di Myanmar juga menuturkan lebih dari 2. 000 orang telah ditahan aparat.

Gerakan pemberontakan sipil kepada junta militer yang semakin meluas di penjuru Myanmar membuat aparat keamanan serupa bertindak semakin brutal terhadap pedemo.

Negara-negara Barat menyumpahi kudeta militer dan menganjurkan penghentian kekerasan dan pembebasan Penasihat Negara, Aung San Suu Kyi, dan pejabat lainnya yang ditahan semenjak kudeta. Sementara itu, negara-negara Asia termasuk ASEAN sudah menawarkan untuk membantu menjumpai solusi, tetapi militer tidak menunjukkan tanda-tanda mencari perbaikan.

(ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]