News

Polisi Siapkan Sanksi Bagi Awak Nekat Mudik Lebaran

Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Nusantara —

Kabag Ops Korlantas  Polri , Kombes Rudy Antariksawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah sanksi bagi warga yang  nekat  mudik Lebaran semasa selama masa larangan dengan berlaku pada 6-17 Mei mendatang.

Kekangan mudik selama perayaan keadaan raya Idulfitri atau Lebaran diatur dalam Surat Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Cetakan 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Sundal Idul Fitri 1442 Hijriah.

Poin J SE itu mengatur soal sanksi denda, sanksi sosial, hingga pasung sesuai perundang-undangan bagi masyarakat yang nekat mudik.


“Kalau tersebut ada pelanggaran-pelanggaran yang asing akan ditindak sesuai UU yang ada aturan dengan berlaku, ” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia. com , Rabu (21/4).

Sebesar UU itu mulai lantaran UU Lalu Lintas, pelanggaran protokol kesehatan, hingga penjiplakan surat.

Sanksi juga diberikan kepada masyarakat yang ketahuan mudik namun tak membawa sejumlah kondisi seperti surat kesehatan atau bebas Covid-19 yang telah diatur dalam edaran Satgas Penanganan Covid-19.

Menurut Rudy, sanksi atau denda yang dijatuhkan bahan menyesuaikan peraturan daerah, pertama terkait pelanggaran protokol kesehatan tubuh. Ia turut mewanti-wanti masyarakat jika nekat memalsukan tulisan pengantar atau izin mudik.

“Kadang tidak menutup kemungkinan ada yang nakal. Dipalsukan ya, udah beda lagi itu namanya pemalsuan surat. Jadi bertemu dengan apa yang dilanggar, ” kata dia.

Kesibukan pemalsuan surat bebas Covid-19 bisa dijerat Pasal 267 ayat 1 KUHP dan Pasal 268 ayat satu dan 2 KUHP, secara ancaman pidana penjara maksimal hingga empat tahun.

Selain penerapan sanksi, pihaknya juga akan mengantisipasi kemungkinan warga untuk pasti pulang kampung.

Misalnya, kata dia, secara menilang sekaligus menyita instrumen yang nekat membawa pengikut saat masa larangan pegangan. Penyitaan bakal dilakukan maka masa larangan mudik berakhir pasca 17 Mei.

Sedangkan penumpang organ nantinya akan dikembalikan ke kota asal menggunakan pemindahan dari Dinas Perhubungan setempat.

“Ini nanti penumpangnya akan diturunkan, dianter polisi kembali ke daerahnya pakai bus yang sebab (dinas) perhubungan, ” ujar Rudy.

(thr/pris)

[Gambas:Video CNN]