News

PBB Kirim Tim ke Pulau Terpencil Tempat Pengungsi Rohingya

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memulai kunjungan ke tanah terpencil di Pulau Benggala, tempat Bangladesh merelokasi 13 ribu lebih pengungsi Rohingya , Rabu (17/3).

Kunjungan akan dilakukan selama tiga hari.

“Kunjungan tiga hari pertama ini akan mempertemukan para ahli dari badan-badan PBB yang terlibat pada kasus pengungsi Rohingya di Bangladesh, ” kata awak pengungsi PBB kepada Reuters melalui email.


Negeri Bangladesh telah memindahkan ribuan pengungsi Rohingya yang ditampung di Cox’s Bazar ke Pulau Bhasan Char.

Padahal sejumlah kawanan hak asasi manusia sudah mendesak supaya proses pemindahan itu untuk sementara dihentikan.

Pulau itu muncul 20 tahun semrawut dan sempat dihuni. Tetapi, pulau itu kerap banjir di kala musim abu muson.

“Kunjungan ini akan melihat status dan fasilitas terkini pada Bhasan Char, menilai hajat pengungsi Rohingya yang direlokasi ke sana, serta berdiskusi dengan pihak berwenang & pihak lain yang era ini bekerja di Bhasan Char. ”

PBB sebelumnya mengaku tidak diizinkan melayani kunjungan ke pulau itu serta tidak dilibatkan dalam pemindahan pengungsi ke sana.

Bangladesh berencana memindahkan seratus ribu bertambah dari satu juta pengungsi yang tinggal di kamp-kamp perbatasan di Pulau Bhasan Char.

Tetapi Bangladesh menepis kekhawatiran kesejahteraan atas pulau itu, dengan alasan bangunan tahan banjir termasuk perumahan untuk seratus ribu orang, serta sendi sakit.

“Kami berharap ini akan menghilangkan kekhawatiran apa pun yang dimiliki PBB tentang relokasi dan mereka akan berperan dalam relokasi dan menyerahkan dukungan yang dibutuhkan orang-orang Rohingya, ” kata seorang pejabat senior di Departemen Luar Negeri Bangladesh.

Dia juga menyebut kepadatan yang berlebihan di kamp-kamp pengungsi memicu kejahatan. Sementara beberapa diantara kita Rohingya mengatakan kekerasan sering terjadi di kamp, & hal itu mendorong mereka untuk pindah.

Empat tahun lalu ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh setelah tindakan keras mematikan oleh gerombolan keamanan di Myanmar.

(isa/dea)

[Gambas:Video CNN]