News

Myanmar Kembali Membara, Aparat Tembaki Tim Medis yang Demo

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Setelah beberapa hari mati dengan aksi bisu tokoh,   Myanmar balik membara ketika aparat ketenangan menembaki petugas medis dengan menggelar demonstrasi di Kota Mandalay pada Kamis (15/4).

Reuters melaporkan bahwa para pekerja medis itu baru saja berhimpun pada pagi hari, akan tetapi aparat keamanan langsung menghapuskan mereka dengan tembakan. Tak hanya itu, mereka juga menahan sejumlah demonstran.

Sejumlah media di lapangan tak dapat mengonfirmasi jumlah korban atau demonstran yang ditahan. Namun, jalan lokal,   Khit Thit , melaporkan kalau seorang pria tewas tertembak di kompleks masjid pada dekat lokasi demo.


Warga desa di depan masjid itu mengatakan bahwa tentara tiba di kawasan tersebut pada pagi hari dan mulai melepaskan tembakan. Menurut warga itu, pria tersebut terluka dan tepat dilarikan ke rumah sakit.

“Tak tersedia demonstrasi di sini. Tentara hanya datang dan sepertinya mencari seseorang, ” perkataan warga itu kepada BBC Myanmar .

Insiden ini merupakan insiden terbaru setelah Myanmar dianggap cukup kondusif setelah aktivis menggelar kelakuan bisu sejak awal pekan ini, tepatnya saat perayaan Tahun BaruThingyan.

Myanmar seharusnya merayakan tahun baru tersebut sepanjang pekan ini dengan berbagai ritual, termasuk menyapu patung-patung Buddha.

Namun, aktivis menyerukan pembatalan perayaan Thingyan dan menganjurkan masyarakat untuk menggelar gerak laku bisu.

Sesudah seruan ini tersebar, mulai terlihat warga turun ke jalan mengenakan pakaian rapi yang biasa mereka pakai untuk Thingyan.

Tanpa berkata-kata, mereka berunjuk rasa sambil membawa spanduk-spanduk bertuliskan slogan-slogan antikudeta.

[Gambas:Video CNN]

Para pemrakarsa menyerukan agar warga terus menggelar aksi bisu tersebut hingga perayaan Thingyan berakhir pada Sabtu mendatang.

Myanmar masih terus bergejolak sejak militer menjatuhkan pemerintahan sipil pada satu Februari lalu. Warga pula menggelar berbagai aksi pertunjukan yang kerap berujung ribut.

Lembaga pemantau melaporkan bahwa sejauh tersebut, setidaknya 715 orang mati akibat bentrokan pengunjuk menemui dan aparat sejak kudeta pecah.

(has)