News

Menkop Teten Bocorkan Revisi Patokan E-Commerce

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Pemerintah akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Cara, Periklanan, Pembinaan, dan Perlindungan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Hal itu dilakukan buat melindungi UMKM  dalam perniagaan melalui e-commerce .

Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi & UKM Teten Masduki. Ia menuturkan pembahasan perubahan kaidah tersebut dilakukan oleh lintas kementerian.

“Kami sekarang sedang menyiapkan perbaikan Permendag Nomor 50 Tarikh 2020, yang pertama adalah untuk meminimalisasi ancaman UMKM dan industri dalam jati dari produk luar & perdagangan yang tidak segar, ” ujar Teten di konferensi pers, Selasa (18/5).


Selain itu, revisi aturan tersebut bertujuan untuk mengutamakan produk dan perniagaan dalam negeri. Lalu, negeri berupaya mengembangkan akses UMKM ke ekonomi digital serta memberikan perlindungan bagi konsumen dari perdagangan dan keluaran luar negeri.

“Dengan semakin dinamisnya e-commerce dalam negeri, kami menetapkan membangun ekosistem e-commerce yang lebih fair , sehat, dan pula lebih bermanfaat bagi semesta pengguna serta melindungi distributor, khususnya UMKM dan konsumen, itu spirit -nya, ” terangnya.

Hal tersebut dilakukan dengan mempertegas langgam bisnis perdagangan secara elektronik, aturan persaingan usaha dalam e-commerce, memperkuat standar produk, mengatur perdagangan di di dalam negeri, mengatur pedagang langka, dan sebagainya.

Tetapi, Teten menyatakan bahwa cara memperkuat bisnis UMKM pada negeri tidak cukup secara dukungan regulasi. Hal dengan paling penting, katanya, adalah pola konsumsi dan honorarium masyarakat juga harus menjunjung produk-produk UMKM.

“Karena kalau tidak beli produk UMKM kita, lalu bagaimana kita tingkatkan market demand , supaya UMKM semakin giat, gigih, serta semangat produksi terutama di tengah pandemi dimana gaya beli masyarakat turun, ” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah menyiapkan regulasi perdagangan e-commerce . Pasalnya, dia menyebut semakin banyak pemeran e-commerce yang mulai tidak patuh aturan seiring secara pertumbuhan perdagangan daring. Dia mencatat, pertumbuhan e-commerce di 2020 meroket 384 komisi dibandingkan 2019.

“Di Indonesia kalau tak dilarang maka dianggap diperbolehkan, ini saatnya saya menyelap karena saya harus menyembunyikan marketplace , konsumen, dan saya ingin menciptakan sebuah lingkungan dengan mempromosikan perdagangan adil serta bermanfaat bagi semua, ” jelas Lutfi pada perbincangan daring dengan Australian National University (ANU).

[Gambas:Video CNN]

(ulf/sfr)