News

Mabes Polri Akui Personel Polsek Timpang dengan Jumlah Masyarakat

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Mabes Polri   menyungguhkan jumlah personel kepolisian dalam tingkat polsek   masih timpang jika dibandingkan dengan masyarakat sekitar dalam wilayah hukumnya.

Kepala Bagian Penerangan Ijmal Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan situasi tersebut tak hanya berlaku di Polsek Candipuro, Terkatung-katung Selatan, yang baru selalu dibakar oleh warga sekitar.

“Bukan hanya di Lampung saja tapi hampir semua wilayah, police ratio tersebut tidak seimbang antara jumlah penduduk dengan jumlah anggota Polri-nya, ” kata Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (19/5).


Ramadhan menyebut belum ada solusi pasti yang dapat menyelesaikan masalah dalam Korps Bhayangkara tersebut. Tetapi, pihaknya telah menerapkan model rayonisasi.

Menurutnya, polsek satu dengan polsek lainnya yang berdekatan mau saling membantu jika berlaku peristiwa serupa.

“Jadi ketika ada kejadian yang cukup menonjol polsek rayon itu bisa mem- back up . Begitupun juga polres. Oleh karena itu kalau ada polres A, B, C, D kala ada insiden atau kejadian menonjol maka Polres Rayon akan mem-backup, ” ujarnya.

Ramadhan tak menjelaskan dengan rinci idealnya jumlah personel di setiap polsek. Berkaca di Jakarta, masing-masing polsek minimal ada 100 personel yang bertugas.

“Itu tergantung tipe dari Polsek. Tentunya tidak sesuai, ada polsek urban, polsek rural beda ya. Maka kalau kita bicara Polsek di Jakarta yang jumlahnya di atas 100. Dalam beberapa daerah ada yang jumlahnya hanya 20 sampai 25 orang, ” ujarnya.

Polsek Candipuro yang terletak di Lampung Selatan dibakar oleh sebanyak warga pada Selasa (18/5) malam.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengucapkan terjadi ketimpangan personel secara masyarakat yang harus diayomi di wilayah hukum Polsek tersebut.

Pandra menyebut 19 orang anggota Polsek tersebut harus melakukan pengamanan terhadap 12 desa yang tersebar di wilayah Candipuro.

Ketimpangan jumlah personel itu membuat setiap awak di sana merasa tak terayomi dengan maksimal. Belum lagi, terdapat sejumlah proses pengamanan yang dilakukan di dalam rangka penegakan protokol kesehatan tubuh Covid-19 yang dilakukan bagian belakangan ini.

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]