Letak Tidur Terbaik untuk Atasi Petunjuk GERD di Malam Hari

News

Letak Tidur Terbaik untuk Atasi Petunjuk GERD di Malam Hari

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Posisi tidur turut membujuk pergerakan asam lambung bagi penanggung gastroesophageal reflux (GERD). Cari tahu gaya tidur yang tepat untuk menghalangi timbulnya gejala GERD   di malam hari.

Bervariasi gejala GERD, mulai dari batuk darah, regurgitasi, tenggorokan terasa terbakar dan mengganjal, heartburn , hingga sesak napas, kerap membuat penderitanya panik. Bakal lebih parah jika gejala muncul di malam hari. Tak cuma sibuk menyalahi gejala, penderita juga biasanya akan dilanda cemas.

Tetapi, sayangnya beberapa penderita GERD sering mengalami gejala pada malam keadaan. Padahal, studi menunjukkan, orang yang mengalami gejala GERD di malam hari lebih berisiko untuk mengembangkan kanker esofagus.


Kunci untuk mengendalikan petunjuk refluks asam lambung di malam hari adalah dengan menjaga masam lambung tetap di tempatnya, dalam perut Anda. Posisi tidur memutar peran besar dalam mengatasi fakta GERD di malam hari.

Posisi kerongkongan yang ada di bawah lambung membuat asam dapat mengalir dengan bebas had menetap di tenggorokan, paru-paru, & sinus Anda. Penumpukan asam di kerongkongan dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

Berikut kondisi tidur dari yang terbaik tenggat yang terburuk untuk penderita GERD, melansir laman Sleep Scope.

1. Tidur miring ke kiri

Tidur dengan posisi menyamping ke kiri hendak membantu mengatasi gejala GERD. Di posisi ini, lambung terletak pada bawah tenggorokan. Hal ini menghasilkan refluks sulit terjadi.

Jika asam lambung keluar, gravitasi akan mampu mengembalikannya ke perut lebih cepat. Studi menunjukkan, pada posisi ini, isyarat GERD jadi lebih jarang & tidak separah saat tidur di dalam posisi lain.

dua. Tidur miring ke kanan

Tidur menyamping ke kanan adalah posisi yang disarankan buat dihindari penderita GERD. Dalam posisi ini, kerongkongan berada di bawah lambung. Posisi ini membuat masam lambung bisa dengan mudah mengalir ke mana pun.

Rebah menyamping ke kanan juga membuat asam yang muncul lebih lebur yang menyebabkan regurgitasi, batuk, & tersedak.

3. Terbaring atau tengkurap

Rebah dalam posisi ini harus dihindari penderita GERD. Dengan tidur terbaring, asam yang keluar dari lambung dapat mengalir ke mana saja.

Penelitian menunjukkan, dalam posisi ini, gejala umumnya muncul lebih sering dan mengarah bertahan lama karena asam dengan terjebak di kerongkongan. Tingkat keparahan gejala akan meningkat jika Anda memiliki lemak di perut.

4. Saran tambahan: Gunakan penyangga atau bantal tambahan

Dokter umumnya akan mengusulkan penderita GERD untuk tidur secara penyangga atau bantal tambahan. Penopang tambahan bisa Anda letakkan dalam kepala atau untuk menyangga  periode leher dan dada atas.

Studi menunjukkan, tidur di dalam posisi menurun atau seperti lereng ini dapat mengurangi gejala GERD. Selama bagian dada hingga kepala terangkat, dorongan gravitasi akan membantu mengembalikan asam lambung ke lambung Anda.

(asr)

[Gambas:Video CNN]