Lapis Negara yang Deteksi Mutasi Virus Corona

News

Lapis Negara yang Deteksi Mutasi Virus Corona

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Nusantara —

Penemuan urusan infeksi  mutasi virus corona ( Covid-19 ) baru di  Inggris memicu kewaspadaan dan kekhawatiran bagi penuh negara, terutama di kawasan Eropa.

Puluhan negara lekas menutup perbatasan mereka dari Inggris demi mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 yang disebabkan jenis baru virus corona baru tersebut.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan virus corona baru itu 70 persen lebih cepat menular.


Johnson menganggap kehadiran jenis baru virus corona ini menjadi penyebab lonjakan penularan Covid-19 di London dan selatan Inggris dalam beberapa waktu terakhir.

Eropa

Lembaga Pusat Pencegahan dan Pengendalian Wabah Eropa (ECDC) menyatakan infeksi virus corona jenis baru telah ditemukan di kurang negara di Benua Biru sesuai Islandia, Denmark, dan Belanda.

Sementara itu, beberapa jalan lokal melaporkan kasus penularan serupa juga telah terdeteksi di Belgia dan Italia dalam beberapa keadaan terakhir.

Lembaga Pengoperasian Penyakit Jerman, Robert Koch Institute (RKI), melaporkan penularan virus corona jenis baru telah mencapai Jerman.

“Kemungkinan virus corona jenis baru itu sudah datang di Jerman sangat, sangat agung, tetapi belum terdeteksi, ” kata Presiden RKI, Lothar Wieler, dalam Berlin pada Selasa (22/12) semacam dikutip DW .

Wieler mendasari asumsinya itu berdasarkan jumlah kasus transmisi di Inggris dan fakta kalau virus corona jenis baru tersebut pertama kali terdeteksi pada September lalu.

Australia

Pemerintah negara bagian New South Wales mendeteksi kasus infeksi mutasi corona terhadap dua orang penduduk yang baru kembali dari Inggris di dalam Selasa (22/12).

Besar Dinas Kesehatan New South Wales, dr. Kerry Chant, menyatakan dua orang tersebut dinyatakan positif Covid-19 saat tiba di Australia. Sesudah spesimen mereka diteliti lebih lanjut, ternyata virus yang menginfeksi itu adalah jenis yang sudah bermutasi.

Di Sydney, Gajah Besar New South Wales membuktikan jenis virus yang menulari sebesar orang di Pantai Avalon mirip dengan yang terdeteksi dari bagian yang baru pulang dari Inggris tersebut.

Afrika Selatan

Afrika Selatan juga menemukan varian baru virus corona yang bertentangan dari yang ditemukan di Inggris.

Pemerintah Afrika Daksina menyatakan mutasi virus Covid-19 yang ditemukan di negara itu membuat lonjakan infeksi hingga jumlah penderita yang meninggal.

Dilansir Associated Press, Selasa (22/12), menurut pejabat lembaga kesehatan dan pengkaji, jenis baru virus corona yang ditemukan di Afrika Selatan itu diberi nama 501. V2. Dibanding penelusuran, sebagian besar kasus infeksi Covid-19 di negara itu era ini tertular virus jenis perdana itu.

“Yang mampu kami sampaikan saat ini bahwa memang ada mutasi. Kami belum melakukan studi fungsional apa biar, kami belum melakukan studi grup apa pun untuk benar-benar melihat bagaimana varian ini dapat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit, bagaimana kejadian itu dapat mempengaruhi penularan ataupun bahkan kekebalan virus, ” cakap Kepala Institut Nasional Penyakit Menular Afrika Selatan, Jinal Bhiman.

Virus Covid-19 jenis baru di Afrika Daksina ini dilaporkan lebih cepat menular ketimbang mutasi virus yang terlihat di Inggris.

Mau tetapi, para peneliti Afrika Daksina meyakini vaksinasi corona masih efektif membunuh varian baru virus corona ini.

(rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]