News

Kejagung Tetapkan Benny Tjokro Simpulan TPPU Asabri

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Jaksa Penyidik Kejaksaan Agung kembali menetapkan Benny Tjokrosaputro  & Heru Hidayat sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan serta dana investasi PT Asabri   (Persero).

“Pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam mengenai TPPU kali ini merupakan BTS dan HH dengan sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asabri, ” kata Kepala Pusat Penerangan Umum Kejagsaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dikutip dari Antara, Sabtu (6/3).

Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat (HH) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil ekspose dengan Jaksa Terkenal Muda Tindak Pidana Khusus, Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.


Leonard menjelaskan duduk perkaranya peristiwa ini dalam kurun masa 2012 sampai dengan 2019, PT Asabri (Persero) sudah melakukan penempatan investasi di dalam bentuk pembelian saham maupun produk reksadana kepada pihak-pihak tertentu melalui sejumlah ‘nominee’ yang terafiliasi dengan BTS dan HH tanpa disertai dengan analisis fundamental serta analisis teknikal serta cuma dibuat secara formalitas selalu.

Direktur Pati, Direktur Investasi dan Keuangan, Kepala Divisi Investasi jadi pejabat yang bertanggung pikiran di PT Asabri (Persero) justru melakukan kerja serupa dengan BTS dan HH dalam pengelolaan dan penempatan investasi PT Asabri (Persero) dalam bentuk saham dan produk reksadana yang tak disertai dengan analisis fundamental dan analisis teknikal.

Sehingga investasi tersebut melanggar ketentuan standard operating procedure (SOP/prosedur standar pengoperasian) dan pedoman penempatan investasi yang berlaku pada PT Asabri (Persero).

“Atas dasar hal itu, terdapat perbuatan melawan adat yang dilakukan oleh Penasihat Utama, Direktur Investasi serta Keuangan, Kepala Divisi Investasi yang menyetujui penempatan investasi PT ASABRI (Persero) tanpa melalui analisis fundamental serta analisis teknikal, ” sebutan Leonard.

Penempatan dana investasi PT Asabri (Persero) dengan hanya berdasarkan analisa pemindahan reksa dana yang dibuat secara formalitas saja, sebab BTS selaku Direktur PT Hanson Internasional bersama-sama HH selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Eksekutif PT Maxima Integra, LP selaku Direktur PT Eureka Prima Jakarta Tbk, SJS selaku Konsultan, ES sebagai nominee, RL selaku Komisaris Utama PT Fundamental Resourches dan Beneficiary Owner dan B selaku nominee BTS saham SUGI melalui nominee ES mengakibatkan adanya penyimpangan dalam investasi saham dan reksadana PT Asabri dengan menyebabkan kerugian sebesar Rp 23, 73 triliun.

Oleh karena tersebut,   BTS dan HH sebagai pihak-pihak mengelola & menimbulkan kerugian negara dalam hal ini PT Asabri (Persero), ditetapkan sebagai Tersangka TPPU dengan dikenakan pasal sangkaan melanggar Pasal 3 dan /atau Pasal 4 Undang-Undang U Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Tim Jaksa Penyidik mau terus mengejar dan menangani siapapun pihak yang berperan dalam perkara tersebut serta akan diminta untuk bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukan dalam kejadian tersebut, ” ujar Leonard.

Selain itu, Kejagung berharap masyarakat bisa mengawal dan mendukung penuntasan perkara perkara tindak kejahatan korupsi dan tindak kejahatan pencucian uang dalam tata keuangan dan dana investasi di PT Asabri (Persero).

(antara/age)

[Gambas:Video CNN]