News

Indonesia Kejar Produksi 600 Seperseribu Mobil Listrik pada 2030

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Menteri Perindustrian  Agus   Gumiwang Kartasasmita menyatakan negeri menargetkan produksi mobil berbasis baterai atau murni elektrik pada 2030 mencapai 600 ribu unit. Sementara produksi sepeda motor listrik ditargetkan mencapai 2, 45 juta unit.

Agus mengatakan target produksi ini diharapkan mampu mengurangi emisi gas buang CO2 sebesar 2, 7 juta ton untuk roda empat & lebih dan 1, satu juta ton untuk jentera dua.

Pada rangka mendorong itu semua, Agus bilang pemerintah sudah memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal.



Misalnya, kepada konsumen organ listrik berupa pengenaan PPnBM sebesar nol persen, pengenaan pajak Daerah (PKB serta BBNKB) paling tinggi sebesar 10 persen dari dasar pengenaan PKB atau BBNKB, uang muka minimum 0 persen dan suku bunga ringan, diskon penyambungan gaya listrik, pelat nomor khusus, dan insentif lainnya.

Sedangkan untuk kongsi industri dapat memanfaatkan bervariasi insentif seperti tax holiday, mini tax holiday, tax allowance, Pembebasan Bea Menyelundup, Bea Masuk Ditanggung Negeri, dan super tax deduction untuk kegiatan RD& D.

Agus mengucapkan sejauh ini baru tersedia tiga perusahaan industri di dalam negeri yang membangun sarana produksi kendaraan listrik roda empat atau lebih dengan kapasitas 1. 480 unit per tahun.

Agus menambahkan industri otomotif salah satu sektor sandaran yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau bertambah yang ada di Nusantara.

Mereka telah menanamkan investasi hingga Rp71, 35 triliun untuk kapasitas produksi sejumlah 2, 35 juta bagian per tahun. Sektor tersebut dikatakan mampu menyerap gaya kerja langsung 38 ribu orang dan lebih daripada 1, 5 juta karakter yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri itu.

“Kinerja produksi kendaraan roda empat ataupun lebih pada periode Januari-Februari 2021, tercatat sebesar 152 ribu unit, dan pemasaran ( wholesales ) sebesar 102 seperseribu unit untuk periode dengan sama, ” ungkap Agus mengutip dalam situs formal Kemenperin, Kamis (1/4).

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]