News

Fragmen Belur Jurnalis Tempo saat Investigasi Kasus Suap Pajak

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Jurnalis Tempo di Surabaya, Nurhadi ,   mengalami  penganiayaan dan ancaman zaman melakukan investigasi terkait dugaan kasus suap pajak dengan menjerat pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Jalan Prayitno Aji.

Malam itu, Hadi ditugaskan oleh kantornya untuk mengaduk-aduk keberadaan tersangka, di suatu acara pernikahan anak Jalan. Ia diminta untuk menodong konfirmasi Angin terkait urusan yang menjeratnya.

Alih-alih mendapatkan jawaban, Hadi malah ditangkap oleh Purwanto dan Firman, dua orang yang mengaku sebagai budak asuh besan dari Jalan, Kombes Pol Achmad Menjalankan, mantan Kepala Biro Perencanaan Polda Jatim. Belakangan keduanya juga mengaku berasal lantaran Polda Jatim.


“Mereka mengaku anak asuhnya Achmad Yani, ” kata Hadi, menceritakan peristiwa itu, Minggu (28/3).

Sebab mereka, Hadi dikira bermaksud meliput acara pernikahan anak Angin dan Achmad Membandingkan yang digelar di sedang pandemi Covid-19.

Hadi mencoba menjelaskan. Namun ponselnya malah dirampas, dirusak hingga pecah, memori dalam ponselnya di-reset, kartu simnya dipatahkan dan dibuang.

“Saya jelaskan aku hanya mau konfirmasi perkara kasus suap pajak, perkara korupsi, bukan pernikahan, ” ujar dia.

Selama tersebut pula, Hadi mengaku mendapat beragam kekerasan; dijambak, ditampar, ditempeleng, dibogem, diinjak. Apalagi seseorang yang diduganya sebagai anggota TNI sempat mau menyetrumnya. Ajudan Angin pula mengancam membunuhnya.

“Saya dipukul bertubi-tubi, setiap orang yang ada bertanya saya dari mana semrawut memukul saya, ” ucapnya.

“Ada yang mengancam mau menyetrum beta, [anggota] TNI, ” sambungnya.

Hadi tak ingat tepat detail jumlah mereka. Dengan pasti jumlahnya lebih sejak 10. Mereka berpakaian hitam, ada juga yang berbatik biru.

Tak cukup dihajar bergilir. Hadi juga dibawa oleh dua Firman & Purwanto ke sebuah dunia di Hotel Arcadia, di sana ia disekap selama dua jam. Sebelum kesimpulannya diantar pulang oleh

“Di hotel itu saya disekap dua jam, ” katanya.

Kini kasus ini tekah dilaporkannya ke Mapolda Jatim, Surabaya. Laporan ini sendiri telah diterima SPKT dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/176/III/RES. 1. 6/2021/UM/SPKT Polda Jatim.

Ia didampingi Aliansi Anti Kekerasan Kepada Jurnalis, yang terdiri sejak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, KontraS Surabaya, LBH Lentera, LBH Pers, & LBH Surabaya.

(frd/arh)

[Gambas:Video CNN]