Formappi Serukan Jangan Pilih Paslon Konvoi Saat Pendaftaran

News

Formappi Serukan Jangan Pilih Paslon Konvoi Saat Pendaftaran

Jakarta, CNN Indonesia —

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Nusantara (Formappi) Lucius Karus menyerukan kepada masyarakat untuk tidak memilih pasangan calon kepala daerah yang mengabulkan konvoi dan menimbulkan kerumunan saat mendaftar menjadi peserta Pilkada  2020 ke Kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) setempat.

“Karena itu saya kira penting buat menyerukan ke pemilih, publik, buat tidak memilih calon-calon yang tak sensitif terhadap situasi pandemi (Covid-19). Karena itu jangan pilih calon-calon seperti itu, ” kata tempat saat dihubungi CNNIndonesia. com , Selasa (8/9).

Lucius mengatakan Pilkada 2020 ini adalah kegiatan demokrasi yang diharapkan mampu menghasilkan pasangan kepala berkualitas bagi rakyat wilayahnya, terutama di masa pandemi Covid-19.



“Tapi kalau para calon sejak awal menujukkan abai terhadap protokol Covid-19, bagaimana kita mau mengharapkan mereka buat memimpin? ” kata dia.

Di sisi lain, katanya, konvoi dan gerombolan saat proses pendaftaran calon juga merupakan buah dari  ketidaksiapan pemangku pemilu.

“Saya kira kita patut menyalahkan penyelenggara pemilu yang tidak sigap mengantisipasi pengingkaran protokol kesehatan, ” ujarnya.

Terpisah, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Jeirry Sumampow meminta KPU, Bawaslu, Kepolisian untuk duduk bersama merumuskan regulasi yang menyusun kewenangan masing-masing lembaga. Sehingga, sambungnya, tak lagi terjadi pelanggaran adat Covid-19 pada tahapan pilkada berikutnya.

Sebab, kata dia, jika melihat fenomena yang berlaku di lapangan saat konvoi dan arak-arakan massa pada proses pendaftaran, terjadi lempar tanggung jawab antarlembaga.

“Harus ada kesepakatan lain yang menegaskan kewenangannya tersebut ada di siapa. Jadi semua penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu punya kepercayaan diri menegakkan patokan, begitu juga aparat kepolisian, ” kata dia saat dihubungi, Selasa (8/9).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) diketahui membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah pada Jumat (4/9) kemarin, pendaftaran dibuka hingga 6 September.

Sebelumnya, sejumlah aksi arak-arakan mengiring sejumlah bapaslon zaman mendaftarkan diri di KPU kawasan pada 4-6 September.

Dua di antaranya saat putra sulung dan menantu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka yang mendaftar ke KPU Tunggal, dan Bobby Nasution  yang mencatat ke KPU Medan, pada Jumat (4/9).

Bawaslu mendokumentasikan 316 bakal pasangan calon (bapaslon) di 243 daerah melakukan pengingkaran protokol Covid-19. Mereka tercatat mengabulkan pengerahan massa tanpa mengindahkam terbuka jarak dan pemakaian masker.

(yoa/kid)

[Gambas:Video CNN]