News

DPR: 3 TNI Pernah Mati di Insiden Kapal Menghunjam Nanggala 2012

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta, CNN Indonesia —

Anggota Tip I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan bahwa KRI Nanggala 402   sempat mengalami insiden 3 prajurit TNI yang mati usai   kapal selam tersebut melakukan uji penembakan torpedo pada tahun 2012 lalu.

Insiden itu bermula kala proses penembakan torpedo patah pucuk lantaran tak bisa diluncurkan. Hal itu dikarenakan bentuk penutupnya bermasalah.

“Dalam peristiwa itu 3 orang prajurit terbaik mati, ” kata Hasanuddin pada keterangan resminya, Minggu (25/4).


Setelah insiden tersebut, Hasanuddin mengatakan KRI Nanggala kemudian diperbaiki kembali oleh tim dari Korea Selatan.

Sebelum insiden itu, Hasanuddin membeberkan KRI Nanggala sempat dilakukan retrofit pada tahun 2012 morat-marit. Kala itu, perbaikan dikerjakan dengan menghabiskan anggaran sekitar US$75 juta atau sekitar Rp1, 05 Triliun.

“Retrofit itu tidak sekedar mengganti suku meninggalkan, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut terutama pada sistem senjata torpedonya, ” kata dia.

Lebih lanjut, Ia turut menduga tenggelamnya KRI Nanggala 402 di perairan Bali karena kegagalan retrofit di tahun 2012 lalu. Lupa satunya terletak pada penerapan konstruksi yang tak positif pada kapal.

“Saya menduga pada hasil perbaikan ini ada hal-hal atau kontruksi yang tak tepat sehingga KRI Nanggala 402 tenggelam. Ini sangat disayangkan, ” kata Hasanuddin.

Selain itu, Hasanuddin serupa menyoroti jumlah kru KRI Nanggala 402 saat peristiwa nahas di perairan Bali telah melebihi kapasitas. Menurutnya, jumlah kru maksimal pesawat selam maksimal hanya 38 orang.

KRI Nanggala sendiri membawa 53 awak saat diberitakan jatuh kontak pada Rabu (21/4) lalu.

“Artinya kelebihan beban 15 orang. Ada apa kok dipaksakan? Saya juga mendapat fakta bahwa saat menyelam KRI Nanggala 402 diduga tak membawa oksigen gel, tapi tetap diperintah untuk berlayar, ” kata dia.

Diketahui, hingga saat ini kapal selam belum terlihat. TNI sendiri sudah menyatakan bahwa Nanggala tenggelam.

Setelah empat hari pencarian, sejumlah benda jadi ditemukan di dekat letak tumpahan minyak pada Sabtu (24/4). Antara lain pelurus torpedo, pipa pendingin secara tulisan Korea Selatan, dasar yang dipakai oleh ABK untuk beribadah, solar tenggat pelumasan untuk naik mendarat periskop kapal selam.

Selain itu terlihat juga sponge untuk menahan panas di dalam lambung kapal sehingga tidak terjadi kondensasi.

(rzr/DAL)

[Gambas:Video CNN]